Aku Melihat Para Malaikat di Sepanjang Jalan Cipanas – Bandung

Bismillah,…
Tanggal 7 November 2012 kemarin, saya berangkat sore hari sekitar pukul 4.15 WIB menuju Bandung. Ada keperluan mendadak, seorang teman ingin membicarakan suatu hal yang sangat penting. Saya berangkat dengan setengah hati sebenarnya, karena benar-benar gak semangat untuk melakukan perjalan yang cukup jauh itu, Cipanas-Bandung. Tapi ya gitulah, ketika Cinta datang, apapun ditabrak saja.

Bismillah, sambil berdo’a dalam diam, juga minta do’a ibu yang mau berangkat ke Madrasah Ilmu, meskipun tak sempat mencium tangan dan pamit, namun beliau titip kata kepada salah satu kaka, “kata ummi, hati-hati dijalan. Semoga selamat sampai tujuan”. Bisik dalam diam,.. aamiin..

Boleh tidak percaya, namun saya sangat yakin dengan apa yang saya lihat dan alami waktu sore itu. Semenjak motor Vega keluar dari garasi, saya mulai merasa sangat ringan seakan ada yang meringankan beban yang sebelumnya berat. Cuaca hujan, bahkan sampai Cianjur kota, basah kuyuk. Tapi tetap ringan saja, basah, tapi seakan tidak terasa basah. Motor vega tetap gagah menerobos derasnya hujan Cianjur. Terkadang sesekali di selip oleh motor Supra, kadang Beat, sesekali Mio menyambar, sesekali Moge alias motor gede kayak Ninja dan Tiger dengan angkuhnya. Terdengar dari raungan suaranya yang mengaung-ngaung. Beberapa saat, tiba-tiba tersadar saya melihat bahwa disepanjang jalan itu, para malaikat saling bahu membahu menemani perjalan sore itu. Boleh tidak percaya, tapi yang pasti saya yang mengendarai vega, itu.

Awalnya sih biasa saja, dengan penuh konsentrasi saya mengendarai Vega. Sambil sesekali melihat spidometer dan jarum jatah bensin, takut-takut terlalu cepat, karema saat itu benar-benar saya tidak merasakan kecepatan saya, apa terlalu kencang atau sebaliknya. Dan jaga-jaga khawatir bensin mulai turun berkurang. Kemudian dengan entengnya tiba-tiba hati ini berbisik, “kok tumben ya, naik motor Vega sore ini terasa sangat nyaman walau diguyur hujan deras? kendaraan silih berganti menyelip Vega, baik itu mobil, truk, mobil boxx, sepeda motor dan mobil ambulan, kok kayak enteng saja ya, tak sedikit pun marah atau kesal dengan berbagai tingkah kendaraan mereka, padahal beberapa diantara kendaraan itu hampir-hampir membuat Vega oleng”.

“Tenang saja, biar Kami mengawal perjalan Anda. Izinkan Kami untuk menemani”. begitulah kira-kira kendaraan yang telah menyalip berbisik langsung kedalam hati. Kaget,!!! Saya pun menggelengkan kepala, sambil berucap “Subhanallah”. Ini pertama kali saya mengalami kejadian ini.

Seolah-olah ketika Supra datang menyalip berkata, “Biarkan saya duluan dulu jalannya untuk memandu anda sampai jarak sekian”. Benar saja, Supra tidak meneruskan perjalannannya, hanya beberapa kilo meter saja. Padahal tadinya sebelum saya tersadar, mengganggap bahwa ini motor Supra, angkuh amat disuasana hujan, jalanan padat main salip saja.

Supra sampai pada tugas akhirnya, tiba-tiba datang dari arah belakang menyalip Vega motor Beat. Masih dalam rasa belum sadar bahwa mereka benar-benar ingin memandu perjalanan, seolah si Beat berucap, “Saya ditugaskan untuk menggantikan tugas rekanku Supra untuk menemani perjalanan Anda. Izinkan untuk membuka jalan.”,…. bersambung,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s