Category Archives: Wanita

Hari Ibu?… Oh tidak bisa! …

Tanggal 22 Desember. Tanggal ini setiap tahun diperingati sebagai hari ibu (Mother’s day). Walau sebenarnya dibeberapa negara tanggal ini bukanlah hari ibu. Ada yang di bulan Mei, ada pula yang memperingatainya di bulan Maret, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong.
Jadi sebenarnya kapan donk hari ibu itu?… hehe. Gak tau ah, lagian bukan itu yang ingin saya tulis. hehe.
Saya seperti kebanyakan orang waktu itu, sekitar 2 tahunan yang lalu, pernah ikut-ikutan menyampaikan peringatan hari ibu. Menulis kutipan-kutipan indah di beberapa sosial media, dan blog, juga komentar-komentar yang indah tentang ibu di beberapa status dan artikel orang lain. Terlihat indah memang, betul deh, kerasa banget gitu hangatnya suasana di hari ibu. Serasa dekat banget dengan keberadaan ibu itu hadir dalam kehidupan kita. Dapat ucapan dari teman-teman terdekat pula.
Pada waktu itu, saya dengan setengah iseng dan canda mengucapkan selamat hari ibu kepada ummi (panggilan ibu saya) di rumah yang sedang sibuk membereskan rumah. Sambil saya membantu beliau saya katakan, “ummi, hari ini teh hari ibu. Selamat hari ibut ya!”. Ummi menatap saya seketika, mungkin karena aneh. Karena selama masa hidup beliau mungkin baru sekarang ada yang mengatakan hal itu kepada Ummi, baik itu dari orang lain maupun anaknya. Atau mungkin terheran-heran, memangnya ada gitu hari ibu? Gak tau. Maklum karena kami hidup di kampung.
Setelah mendengar kata ucapan selamat itu, harapan saya bisa membuatnya gembira di tengah kelelahan beliau yang disaat itu sedang beres-beres rumah. Tapi ternyata sebaliknya, mungkin karena ketidak tahuannya tentang peringatan hari ibu, ummi berkata kepada kepada saya sambil menghela nafas, “Ah, aya-aya wae (ada-ada saja). Tiap hari juga samalah, gak ada bedanya dengan hari-hari yang lain. Terus bergerak, terus melayani suami, terus mengurus anak, dan terus-terusan ibadah ka Allah. Tiap hari teh harinya Allah. Ibadah yang benar, tong poho ka Allah, subuh tong ka beurangan, tahajjud sing geutol, duha sing geutol. Tiap hari itu harinya Allah, ngabdi ka Allah”.
Prek,…. kayak ditonjok gitu ini muka. Katanya sederhana, keluar dari sosok yang secara akademis gak berpendidikan. Tapi ummi saya mendidik anak-anaknya untuk selalu mengajak Allah sebagai hari-harinya. Gak peduli dengan peringatan, gak gila penghargaan, dan gak usah/ jangan ingin mengharap penghargaan. Hidup itu cukup ke Allah saja. Jalankan dan lakukan apa yang Allah dan Rasul tetapkan. Sudah cukup. Sederhana. Jangan panjang angan-angan. Jadikan keseharian ini sebagai keseharian untuk Allah saja. Sudah.
Hari Ibu?… Oh tidak bisa! Aku dengan Ummi, sejak saat itu menyatakan bahwa setiap hari itu hari Tuhanku. Berusaha menjadi sebaik-baik makhluk. Menjadi sebaik-baik hamba yang selalu ikhlas dalam keseharian kita.

Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya yang berasal dari pertanyaan seorang sahabat. “Ya Rasul, siapakah orang yang harus aku hormati di dunia ini.” Rasul menjawab, “Ibumu.” Kemudian dia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasul menjawab, “Ibumu.” “Kemudian lagi, ya Rasul,” tanya orang itu. “Rasul menjawab, “Ibumu.” Lalu, laki-laki itu bertanya lagi; “Kemudian, setelah itu siapa, ya Rasul?” “Bapakmu,” jawab Rasulullah.

Nyata, Cinta Seorang Wanita

Hari ini saya coba buka email di gmail, dengan harapan moga aja ada yang ngirim uang … hehe.  Setelah saya buka ada email masuk dari seorang shahabat di CyberMQ dan juga Facebook. Saya klik,lalu…..hohoho, terpapar sebuah bacaan yang panjanggggggg sekali. Pertama lihat, duh bosen malas baca.. Tapi jadi penasaran juga. Akhirnya saya baca juga.
Belum habis saya lahap itu baca,. Subhanallah, ternyata isinya adalah ilmu. “Mungkin inilah salah satu cara Allah mengajarkanKu tentang kehidupan ini”… Coba deh baca,/ panksain baca, insya Allah dijamin gak bakal rugi.  Oya, kalo sulit baca,di copas aja tulisannya ya, maklum …hehe 😀

Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita…
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…
Pernikahan kami sederhana namun meriah…
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu…
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci…
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari
rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana
suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya. Baca lebih lanjut

Oase …

http://www.eramuslim.com/oase-iman/wanita-jepang-di-depan-pintu-masjid.htm.

Ini “Dia” Resepsi Pernikahan Ideal Itu!

Heu..heu… ayo..ayo… nikah…!!! Nikah biasanya identik dengan resepsi (pesta) pernikahnnya. Hingar bingar suasana pernikahan bercampur baur dengan perasaan bahagia dari kedua mempelai. Tapi bagi kebanyakan (di daerah saya maksudnya..he..he..) tak jarang acara yang sakral ini ternodai dengan berbagai pelanggran. ikhtilat, hiburan yang berlebihan, lalai dalam ibadah fardhu (shalat), dan lain-lain. Tapi mungkin itu semua disebabkan karena kurangnya ilmu tentang hal ini.

Artikel berikut ini semoga bisa menjadi barometer bagaimana Islam mengatur sebuah resepsi pernikahan. Agar apa yang di niatkan (nikah adalah ibadah) benar-benar membawa kebahagian dunia dan akhirat. Membangun Keluarga yang Sakinah mawaddah wa Rahmah.

Resepsi pernikahan atau walimah merupakan tradisi yang telah diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Perintah untuk menggelar waliwah disampaikan Nabi Muhammad SAW ketika putrinya, Fatimah RA dipinang Ali bin Abi Thalib RA. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pada perkawinan harus diadakan walimah”.

Di era sekarang ini, resepsi pernikahan diselenggarakan umat Muslim dengan beragam cara. Ada yang menggelar walimah secara sederhana di rumah dan ada pula yang melakukan walimah di gedung bahkan hingga di hotel berbitang lima yang menghabiskan dana sampai puluhan miliar rupiah.

Agar sebuah walimah atau resepsi pernikahan tak terjerembab ke dalam perkara yang dilarang, Baca lebih lanjut

Hamil Karena Internet

(Uh… serem memang kalau mendengar berita yang seperti ini. Satu sisi internet membawa kemudahan dalam berbagai hal, sumber informasi, tempat usaha, silaturahim dan lain-lain. Namun, tidak sedikit pula keburukan dan sisi negatif dari internet ini. Maka sangatlah perlu seseorang yang sering berselancar di dunia maya untuk selalu waspada terhadap segala nilai negatif dari internet. Semoga berita yang satu ini bisa menambah kewaspadaan kita, terutama kaum hawa. Simak yang satu ini…)

Kepandaian kaum pria dalam bujuk rayu, pujian-pujian dan perhatiannya yang dalam serta berlebihan yang dapat memabukkan kaum hawa dapat ditemukan melalui internet. Hal ini merupakan salah satu modus operandi para pria yang tidak bertanggung jawab dalam menggaet wanita melalui internet.

Kepiawaian seorang pria melantunkan kalimat demi kalimat membuat siapapun yang membaca sapaannya menjadi tergetar hatinya dan merasa tersanjung. Terlebih lagi wanita terkenal yang mempunyai sifat senang dipuji dan disanjung.

Hubungan via internet adalah suatu hubungan yang murah dan mudah didapat. Bila tingkat hubungan itu sudah dekat, sang wanita bisa terbuka sekali menceritakan hal-hal apa saja, dari masalah keluarga, orangtua, kawan dekat sampai hal yang paling pribadi sekalipun. Sementara sang pria dengan bijaksananya menjawab dan seakan-akan mendengarkan serta memahami semua permasalahan tanpa sedikitpun menyalahkan.

Gayanya bagaikan pahlawan yang melindungi serta membuat sang wanita merasa tenang dengan jawaban-jawaban yang sebetulnya sang wanita sudah mengetahui juga.

Perjumpaan demi perjumpaan melalui situs internet membuat wanita sanggup berjam-jam duduk di depan layar komputernya. Sehingga ketika kedekatan hati mulai semakin dalam, dan bibit Baca lebih lanjut